Minggu, 04 Oktober 2020

TikTok Candu

TikTok Candu 

Tiktok? siapa sih yang ga kenal Tiktok? Aplikasi Hits yang mendunia merajala lela setiap umur. hahaha Sudah hampir beberapa tahun ini hampir disetiap Negara, khususnya Indonesia sendiri tercandu akan aplikasi viral bernamakan TikTok. Bukan hanya kalangan anak muda saja, tetapi remaja, orang tua bahkan lansiapun ikut andil dan bermain aplikasi tersebut. Tiktok juga digunakan oleh beberapa kalangan dalam urusan bisnis, pendidikan, periklanan atau lainnya karena dianggap sebagai aplikasi influencer yang mudah mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dalam dunia pendidikan, Tiktok menjadi salah satu aplikasi yang populer untuk pembelajaran dimana konten-konten yang ditemukan cukup mudah, memiliki strategi pemasaran yang cukup luas apalagi dengan metode pembelajaran anak saat ini juga banyak menggunakan Handphone sehingga hal-hal baru cukup mudah diterima. Baik dalam Pendidikan, Bisnis, Pemasaran atau apapun itu untuk topik atau judul tertentu bisa dibuat video yang semenarik mungkin sehingga mudah dipahami dan penikmat videopun senang akan pembelajaran dari topik tersebut. Alhasil mereka yang menerima juga mudah mengaplikasikan. Tiktok juga memiliki jam tayang yang tinggi apabila adanya penambahan judul yang menarik, para penggunapun akan lebih sering untuk melihatnya kembali dikemudian hari, bahkan bisa berulang-ulang. Ide dan kreatifitas dalam pembuatan video juga menjadikan video lebih lama ditonton.

 Info lebih lengkap bisa baca tulisan ini Klik ini

Senin, 26 Agustus 2013


Mentari tlah pergi
Gelap hadir
Hari telah usai
Pergilah ke alam mimpi

Pejamkan matamu
Oh malaikat kecilki

Jangan menangis lagi
Aku selalu di sini
Aku kan menemanimu sepanjang tidurmu
Tidurlah oh tidurlah sayang

Kau datang ke dunia ini
Dari surga
Aura senyummu mewarnai hidupku

Pejamkan matamu
Oh malaikat kecilku

Esok ku kan menunggu
Kau bangun dengan senyummu
Ku berjanji menjagamu
Sepanjang hidupku
Tidurlah oh tidurlah sayang


Lirik Lagu Gita Gutawa – Lullaby dipersembahkan oleh Lirik Lagu Indonesia Terbaru

Jumat, 06 Juli 2012

I Love U Mom

Indahnya malam menyelimuti kalbuqu
Launan cinta dan ksh syang seorang ibu
Oh, cintamu slalu menghgatkanku
Vuring2 bnang, slalu kau rajut untukku
Elok nan sjahtera ragamu disisiku




Untaian kasih belaian sayang
Masih disini menemani hari2ku
Oh,.. ibu... kuingin slalu ada unukmu
Meskipun hari2mu tak dpt kutemui lagi ...

Cinta Ohh Cinta

puisiku



Cinta kau datang tanpa disegaja
Indhnya cinta membuat kita percaya
Namun kadang cinta membuat luka
Tanpa harus selalu bersama
Apakah kita percaya pd cinta

Oh, tentu kita pernah merasakannya
Hampir semua manusia merasakan cinta

Cinta sejati kan datag dengan sendirinya
Impian seorang tuk segera mendapatkannya
Naungan hati cinta menghmpiri
Tak ada yang dapat memisahkan semua itu
Alangkah indahnya cinta sejati


the end

Kehidupan Akhirat lebih Kekal

   

''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.''

                                                           (QS: Al-A'laa : 17).
Hidup adalah kumpulan hari, bulan, dan tahun yang berputar tanpa pernah kembali lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian kian dekat. Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya, tetap dalam kesalehan, bertambah kuat akidah, semakin khusyuk dalam beribadah, dan mulia akhlak. Pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul khatimah.

Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan roh mengalami lima fase, yaitu: arwah, rahim, dunia, barzah, dan akhirat. Berarti hidup di dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat. Allah SWT mengingatkan, ''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.'' (QS: Al-A'laa [87]: 17). Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin. Sebaik-baik bekal adalah takwa (QS Albaqarah [2]: 197).

Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas. Ia tidak mau terjebak pada ''keenakan'' sesaat, tetapi menderita berkepanjangan. Karenanya, ia mengolah hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti. ''Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.' ' (QS Al-Ankabuut [29]: 64).

Hidup ini di bawah tatapan dan aturan Allah. Segalanya digulirkan dan digilirkan: hidup, lalu mati; kecil, akhirnya membesar; muda, lama-lama tua; dan muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua fana. Tetapi, di tengah kefanaan itu, umat Rasulullah yang paling sukses --sebagaimana dijelaskan dalam hadis --adalah yang paling banyak mengingat mati, lalu mempersiapkan hidup setelah mati.

============ ========= ========= ========= =========
Akhirnya, orang-orang cerdas akan tahu, sadar, dan yakin bahwa hidup bukan untuk mati, tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk Yang Mahahidup. Karenanya, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati, dan rindukanlah mati. Mengapa? Karena, kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya -- perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.

Subhanallaah, ternyata hidup ini surga